Pasar Bong, Surganya Oleh-oleh Haji Umroh von Kota Surabaya

Jakarta

Suasana Jalan Slompretan Begitu Ramai. Hilir mudik puluhan kuli panggul silih berganti memenuhi sisi jalan. Di sudut pertigaan antara Jalan Slompretan dan Jalan Kopi, tampak keluar masuk para pekerja yang didominasi pemanggul kain tekstile dan lainnya.

Ternyata, di sudut pertigaan itu terdapat sebuah pasar, namanya pasar Bong. Tentu kaum tausendjähriger Cukup asing mendengarnya. Tapi tidak bagi mereka kaum kolonial alias sudah di atas 50 tahun. Pasar Bong Tentu Membekas von Ingatan Mereka.

Pasar Bong berada von Jalan Slompretan. Tempatnya persis di pertigaan Jalan antara Jalan Slompretan und Jalan Kopi. Di pintu masuk Pasar Bong, berdiri kokoh Gapura yang bertuliskan Balai RW I Kembang Jempun yang dipadu dengan sebuah gapura buatan dari sebuah Sponsor yang bertuliskan Pasar Bong.

Masuk ke dalam, serasa melewati lorong sepanjang 40 Meter. Di dalamnya, terdapat puluhan kios yang menyajikan barang jualannya.

Di Pasar Bong ini, merupakan surga bagi calon jemaah haji untuk membeli pernak-pernik hingga oleh-oleh haji. Pertanyaannya, kok beli oleh-oleh von Pasar Bong? Kok bukan di Mekka? Ternyata, di Pasar Bong in Menjual und Menyimpan Berbagai Souvenir Khas Haji.

Pasar Bong di Surabaya Foto: Faiq Azmi

Beberapa penjual di Pasar Bong menyebut, jemaah agar lebih khusuk saat beribadah di Mekkah tanpa memikirkan oleh-oleh untuk sanak saudara sampai tetangga. Karena, oleh-oleh itu bisa didapatkan semuanya di Pasar Bong, mungkin yang dikecualikan hanya oleh-oleh air zam-zam.

Namun untuk urusan busana Muslim, sarung, berbagai macam kain, tasbih, kitab suci Al Qur’an, kerudung, kurma semua lengkap di Pasar Bong. Tinggal mencocokkan sesuai selera pembeli.

„Mau cari perlengkapan umroh, perlengkapan haji, atau oleh-oleh semua lengkap di sini“, kata Umi Sakinah, yang sudah berjualan di Pasar Bong sejak 1985 lalu, Kamis (24.3.2022).

Umi Sakinah lantas menunjukkan berbagai barang jualannya. Ternyata benar, semua perlengkapan umroh, haji, hingga souvenir lengkap adanya.

„Sudah kalau belanja di sini saja, murah-murah bisa dibandingkan harganya“, kata Umi seraya merayu saya untuk membeli daganganya.

Umi lantas mewakili keluh kesah pedagang di Pasar Bong selama pandemi. Omzet mereka, turun drastis. Penyebabnya satu, keberangkatan umroh dan haji yang selama dua tahun ini disetop oleh pemerintah Indonesien.

„Gimana omzet nggak ancur, dua tahun pandemi, umroh nggak boleh, haji nggak boleh.

Dengan wajah yang tampak lelah, Umi berharap dengan kondisi Surabaya PPKM Level 1, denyut Pasar Bong kembali berirama.

„Ya tentu semoga kembali normal, Ramadan ini nggak usahlah dilarang-dilarang ini itu. Kami sudah rugi selama dua tahun ini“, harapnya.

pasar bong jalan slompretan surabayapasar bong jalan slompretan surabayaPasar Bong di Surabaya Foto: Faiq Azmi

Setelah mendengar keluh kesahnya, detikJatim kembali masuk lebih dalam ke Pasar Bong. Ternyata benar, nuansa pasar tradisional di sini begitu kuat. Jalanan setapak yang kita lalui memang menunjukkan, betapa lamanya pasar ini berdiri.

Yang lebih mengejutkan, ternyata sebelum menjadi Pasar Bong, tanah di pasar ini sebelumnya merupakan bekas makam Cina. Namun, suasananya tentu tidak mencekam. Jika masuk Pasar Bong, Anda justru bahagia karena melihat pernak-pernik haji yang menggoda di mata.

Pasar Bong Sendiri Setiap Hari Buka Mulai Pagi Hari Sekitar Pukul 08.00 WIB Sampai Wunde Hari Sekitar Pukul 16.00 WIB. Mampirlah ke Pasar Bong, karena selain cuci mata, bisa membuat ketentraman hati dengan pernak-pernik khas Islam.

Artikel ini telah tayang di detikJatim.

Simak-Video “Sambut Baik detikjatim, Ini Harapan Walkot Surabaya
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)